Timbulnya jerawat tentunya membikin Anda tak percaya diri. Jerawat hal yang demikian kian akan memberi pengaruh penampilan sekiranya meninggalkan bekas yang berupa parut. Salah satu ragam jerawat yang serius ialah ice pick acne scars. Nah, bagaimana bekas jerawat ice pick terwujud?

Jerawat ragam ini bermula dari jerawat awam yang dipencet sehinggga kelenjar minyak yang ada di kulit lapisan dalam pecah dan memunculkan luka berupa bolong-bolong yang disebut jaringan parut.  Luka icepick ini ditandai dengan cekungan kulit yang dalam tapi sempit di permukannya,

Luka pada jerawat parut ini tak bisa dihilangkan dengan krim atau losion penghilang jerawat. Krim oles cuma bisa menjangkau lapisan luar kulit sehingga tak akan berakibat. Sedangkan demikian, bekas jerawat parut akan terobati dengan cara yang ideal, merupakan laser. Dengan perawatan sistem laser, bekas jerawat tak akan kembali lagi.

Kecuali pengobatan laser, ada pengobatan punch excision yang adalah cara bedah dengan memotong tiap-tiap bekas luka lalu punch graft yang berupa alat kecil untuk memotong bekas luka, chemical peeling yang dijalankan dengan teknik pengupasan kulit secara kimia untuk membikin bekas jerawat terkupas dan pengobatan mikrodermabrasi yang menstimulasi penyusunan kolagen di kulit wajah. Melainkan, pengobatan laser adalah pengobatan paling populer yang diminati oleh orang-orang.

Memilih perawatan kulit untuk menghilangkan bekas luka jerawat parut tidaklah susah. Anda bisa memilih Scar Removal Treatment di Jade Aesthethic, salah satu klinik kecantikan Jakarta yang terbaik.

 

 

 

Artis Ganteng Ini Kepergok Lagi Cari Berlian Di Passion Jewelry, Buat Siapa?

Perhiasan Berlian – Bagi Anda para pecinta sinetron televisi di tahun 2000an awal, tentu saja mengenali sosok aktor tampan bernama Marcellion Lefrandt. Ya, setelah lama tak muncul di layar kaca, pria yang saat ini berstatus sebagai ‘duren’ (duda keren) ini terlihat sedang menghadiri sebuah acara pameran perhiasan Passion Jewelry di Puri Indah Mall, Jakarta Barat, beberapa waktu yang lalu.

Di tempat tersebut, Marcellino terlihat sedang mencari serta memilih perhiasan dari passion jewelry. Dari gelagatnya tersebut, tentu akan mucul pertanyaan, untuk siapa Marcellino memilih milih cincin tersebut? apakah untuk sesosok wanita baru yang sedang mengisi hari-harinya saat ini?

Ketika ditanyai, Marcellino mengaku bahwa ia memang sengaja ingin membelikkan sebuah perhiasan berlian asli kepada seorang wanita.

“Oh tentu, perhiasan memang sejatinya diciptakan untuk seorang wanita, dan layaknya diberikan kepada wanita yang sangat kita kasihi atau kita cintai. Dan kalau saya sendiri kesini ingin memberikan perhiasan berlian ke anak perempuan saya, Brinette. Saya udah mulai cari-cari perhiasan bua dia karna sekarang dia sudah menginjak usia 10 tahun, dan dia lebih seneng sama kalung sih katanya,” ungkap Marcellino.

Yap, ternyata Marcellino tengah mencari-cari sebuah perhiasan berlian yang berbentuk kalung untuk sang buah hatinya yang bernama Brinette. Ketika ditanya tentang selera perhiasannya, Marcellino mengaku bahwa ia lebih menyukai sebuah perhiasan berlian yang berbentuk cincin, bila dibandingkan dengan bentuk lainnya, karena lebih simple untuk seorang pria.

“Kalau Marcell ini kan simple orangnya. Jadi dia lebih cocok dengan cincin yang desainnya tidak terlalu ramai, simple dan diamond mungkin satu di tengah, terus ada sedikit diamond di samping, nggak terlalu ramai sih. Maskulin ya,” tambah Airyn Tanu selaku CEO Passion Jewelry.

Lebih lanjut, Marcellino juga mengaku bahwa di zaman yang sekarang ini, perhiasan juga sangat cocok untuk dijadikan sebuah instrument dalam berinvestasi bagi masa depan.

“Seperti yang kita tahu, bahwa perhiasan saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya bagi wanita. Kalau saya melihat berlian, saya melihat sebuah keindahan dan kemudian saya melihat adanya peluang investasi. Kalau dulu saya memang sempat pakai, tapi sekarang lebih suka saya simpen sebagai investasi. Karena apa? Karena perhiasan bisa diteruskan ke generasi berikutnya, jadi everlasting lah bisa dibilang,” tutup Marcellino.