Coworking Space Tidak Sekadar hanya Pengganti Kantor

SETELAH popularitas SOHO (small office home office ) dan virtual office jakarta selatan , sekarang ada lagi “kantor” dengan konsep coworking space. Rasanya seperti berprofesi di warnet dengan atmosfer cafe. Tapi, keuntungannya tidak cuma itu.

Pagi telah memperlihatkan pukul 09.00 WIB. Tapi, di dalam sebuah ruangan, baru ada dua orang yang sibuk berprofesi di depan notebooknya. Baju mereka santai, cuma mengenakan kaus dan jeans . Lebih unik lagi apabila mengamati ruangan hal yang demikian.

 

Dengan ukuran ruangan yang lumayan luas, meja kerja diciptakan tanpa sekat, terdapat meja bar di sepanjang ruangan, juga dapur yang mirip kedai kopi. Inilah suasana kerja di Comma, sebuah coworking space yang berlokasi di lantai 3 gedung One Walter Place di wilayah Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan. Coworking place bukanlah sebuah kantor perusahaan tertentu, tetapi daerah berprofesi bersama yang benar-benar terbuka. Inilah daerah orang-orang yang memerlukan daerah berprofesi dengan koneksi dunia online tinggi berkumpul dan berprofesi dalam satu meja sedangkan mereka tak saling mengetahui.

Dapat dibilang, coworking space perpaduan antara cafe dan warnet. “Daerah yang nyaman, koneksi dunia online yang pesat dan stabil membikin daerah ini seperti warnet, tetapi sebetulnya coworking space bukan sekedar warnet yang keren,” ujar Dondi Hananto, salah satu pendiri Coworking Space Comma. Bagi mereka yang sedang merintis usaha dan tak mempunyai kantor untuk berprofesi, coworking space dapat dikatakan opsi yang pas untuk dipakai sebagai kantor.

“Banyak sekali perusahaan baru yang berisi 2-3 orang atau seorang freelancer yang tak mempunyai kantor. Ketimbang mereka berprofesi di rumah yang tak kondusif, alhasil mereka memilih coworking space sebagai daerah berprofesi,” tutur Marsha Amanda, Chef de Mission Coworking SpaceWorkout, sebuah coworking space yang berlokasi di lower ground Senayan Golf Driving Range Building, wilayah Gelora Bung Karno Sports Complex.

Tak sekedar sebagai sebuah kantor modern, coworking space juga menjadi salah satu wadah bagi orang-orang menerima kenalan dan jaringan yang baru. Sebab kebanyakan pengguna coworking space berprofesi di perusahaan start-up atau di industri kreatif, karenanya meluaskan jaringan merupakan sebuah profit yang besar. Mulanya itu juga yang dialami Andika Putraditama. “Kecuali dikala kembali ke Indonesia, aku berkeinginan mencari kantor di Jakarta, sebab aku cuma berdua, karenanya coworking space yakni opsi yang pas untuk menjadi kantor baru aku,” ujar Andika.

Andika yang sudah menjadi anggota Comma selama dua tahun ini mengucapkan bahwa desain terbuka yang diciptakan Comma memberikan benar-benar banyak ruang untuk berinteraksi “lintas kantor” atau service office indonesia sehingga hampir tak mungkin untuk tak memperoleh kenalan atau jaringan baru.

Karena menerima jaringan baru, tak sedikit juga para anggota coworking space yang mengerjakan kerja sama. “Pernah ada anggota kami yang seorang advokat. Sebab ia berprofesi sendiri, karenanya ia menyewa di Comma. Karena menjadi anggota Comma, banyak anggota lain yang minta bantu kepadanya untuk mengurus surat izin dan seluruh sesuatu yang terkait dengan tata tertib terhadap ia,” tutur Dondi.

Sebab interaksi yang terbuka seperti itu, tidak jarang para anggota coworking space dapat hingga mempunyai kekerabatan erat layaknya keluarga.